From Paris With Love seru!

Dari dua film yang dibintangi oleh John Travolta yang sudah saya tonton baru-baru ini, hanya film From Paris With Love saja yang menarik menurut saya. Film yang ia bintangi sebelumnya, Taking of Pelham 123, kurang menarik. Seperti yang sudah saya review di blog ini sebelumnya. Kalau teman-teman sudah nonton dua film itu, saya yakin bakal paham yang saya maksud :)

From Paris With Love menceritakan tentang James Reese yang bekerja sebagai ajudan duta besar AS untuk Perancis. Reese, yang sebenarnya adalah agen CIA, sangat ingin terjun langsung menangani kasus-kasus dengan ‘level’ yang tinggi. Bukan sekedar menjadi agen bawahan yang kerjanya menyadap pembicaraan atau kantor pemerintahan.

from paris with love

Reese juga mempunyai seorang kekasih yang bernama Caroline. Caroline tidak pernah tau apa sebenarnya pekerjaan Reese. Caroline hanya tau kalau kekasihnya itu bekerja di kedutaan AS sebagai ajudan pribadi duta besar. Pada suatu malam, dimana saat itu Reese dan Caroline bertunangan, Reese harus pergi untuk menjemput Charlie Wax. Wax adalah partner kerja baru Reese yang datang dari Amerika dan ditugaskan untuk memburu teroris yang bersembunyi di Paris.

Baru saja tiba, Wax sudah membuat Reese pusing tujuh keliling. Sikapnya yang arogan dan sulit ditebak membuat Reese geram. Kasus yang pertama dibongkar oleh Wax adalah gudang heroin yang berkedok restoran cina. Awalnya Reese tidak yakin dengan apa yang dikatakan Wax bahwa restoran tersebut penuh dengan heroin. Namun setelah baku tembak dan Wax menembak ke langit-langit restauran, barulah Reese terkejut bahwa apa yang dikatakan Wax memang benar.

from paris with love

Pencarian siapa pemilik heroin tesebut terus berlanjut. Wax dan Reese masuk ke dalam lingkungan penyelundupan heroin. Awalnya Reese bingung dengan ucapan Wax bahwa heroin berhubungan dengan teoris. Sampai akhirnya Reese tersadar dengan ucapan Wax bahwa heroin hanyalah kamuflase untuk mengalihkan seluruh rencana teroris yang akan mengacaukan event KTT dan membunuh delegasi dari Amerika. Wax dan Reese dikejar oleh waktu dan terus memburu pucuk organisasi teroris yang dikomandani oleh seorang Pakistan.

Namun tanpa Reese duga, Caroline, berkhianat. Caroline ternyata adalah kaki tangan dari sang pemimpin teroris. Reese tidak menyangka kalau kekasihnya itu telah menyadap apartementnya dan memasang kamera dimana-mana untuk mengawasi aktivitasnya. Dan cicncin yang diberikan pada saat pertunangan mereka ternyata merupakan pelacak untuk mengetahui posisi Reese dimanapun ia berada. Reese tidak menyangka dan sangat terpukul.

Namun Reese sadar kalau waktu semakin sedikit. Ia dan Wax harus menggagalkan rencana pengacauan event KTT yang dihadiri oleh delegasi negara-negara di dunia. Setelah mencoba untuk mencari tau siapa Caroline dengan membongkar isi lemarinya, Reese menemukan rencana yang akan dilakukan oleh Caroline. Caroline berencana melakukan bom bunuh diri di acara KTT. Sementara Reese menuju ke lokasi acara, Wax memburu sang pemimpin teroris. Aksi kejar-kejaran terjadi dan Wax berlomba dengan waktu untuk menghancurkan mobil si teroris yang berisi bahan peledak. Mobil tersebut akan ditabrakkan ke iring-iringan rombongan delegasi AS. Wax bisa menghancurkan mobil tersebut tepat pada waktunya!

Reese berada dalam lokasi acara dan mencari-cari Caroline yang ia yakini berada di dalam gedung yang digunakan dalam perhelatan event KTT. Akhirnya ia berhasil menodongkan senjatanya kepada Caroline yang tubuhnya dipenuhi oleh bom yang siap diledakkan. Adegan yang cukup dramatis, dimana Reese harus menodongkan moncong senjatanya kearah kekasihnya. Dan sebelum Caroline meledakkan diri, Reese terpaksa menembakkan pistolnya. Dan peluru tepat menembus kepala Caroline.

Secara keseluruhan film ini bagus, penuh aksi dan kejutan. Perpaduan dua aktor, John Travolta dan Jonathan Rhys Meyers, sangat apik sehingga membuat film ini sangat menarik dan mengesankan. Adegan demi adegan yang tersaji membuat siapapun yang menonton film ini tidak akan melepaskan matanya dari layar.

Akting John sangat memukau dan total. Pun begitu dengan Jonathan Rhys Meyers yang sangat mendalami aktingnya. Salut dengan alur ceritanya yang membuat penonton menjadi terhanyut. Humor dan lelucon yang disajikan pun segar dan membuat penonton tertawa :)   Namun kekurangannya ada pada efek ledakan yang masih terlihat kasar… Saya kasih nilai 8/10 untuk film ini :)

Movie Details

Studio : Lionsgate
Director : Pierre Morel
Screenwriter : Luc Besson, Adi Hasak
Starring : John Travolta, Jonathan Rhys Meyers, Kasia Smutniak, Richard Durden
Genre : Action
Official Website : FromParisWithLovefilm.com

Filed Under: ActionReview

Tags: , , , , ,

About the Author

Admin HobiNonton :)

Incoming search terms for the article:

Comments (3)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. From Paris With Love seru! | Hobi Nonton…

    Dari dua film yang dibintangi oleh John Travolta yang sudah saya tonton baru-baru ini, hanya film From Paris With Love saja yang menarik menurut saya. Film yang ia bintangi sebelumnya, Taking of Pelham 123, kurang menarik. Seperti yang sudah saya revie…

  2. pligg.com says:

    From Paris With Love seru! | Hobi Nonton…

    Dari dua film yang dibintangi oleh John Travolta yang sudah saya tonton baru-baru ini, hanya film From Paris With Love saja yang menarik menurut saya. Film yang ia bintangi sebelumnya, Taking of Pelham 123, kurang menarik. Seperti yang sudah saya revie…

  3. From Paris With Love seru! | Hobi Nonton…

    Dari dua film yang dibintangi oleh John Travolta yang sudah saya tonton baru-baru ini, hanya film From Paris With Love saja yang menarik menurut saya. Film yang ia bintangi sebelumnya, Taking of Pelham 123, kurang menarik. Seperti yang sudah saya revie…

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.

[+] kaskus emoticons nartzco