Jalan cerita film ‘Taking of Pelham 123′ sebenarnya sangat sederhana menurut saya. Dan film ini pun gak banyak basa-basi, to the point langsung ke inti ceritanya yaitu tentangĀ pembajakan kereta api bawah tanah atau subway yang dilakukan oleh beberapa orang penjahat.
Walter Garber (Denzel Washington) yang bekerja sebagai pengawas jalur kereta api bawah tanah terjebak dalam situasi sulit, dimana pada hari itu terjadi pembajakan kereta oleh empat orang bersenjata. Para pembajak ini menginginkan uang tebusan sebesar $10.000.000 dan menyandera salah satu gerbong beserta penumpangnya.
Pembajak ini dipimpin oleh seorang penjahat licik bernama Ryder (John Travolta). Walter mencoba menjadi negosiator sementara untuk memastikan tidak ada yang terbunuh sebelum polisi tiba. Akhirnya Ryde memberikan ultimatum dalam waktu satu jam uang tebusan yang diminta sudah harus diantarkan ke gerbong yang ia bajak. Nah, selama masa satu jam inilah fokus film ini.
Ryder memberikan ancaman jika lewat dari waktu yang telah ditentukan maka dia tidak segan-segan membunuh satu sandra setiap satu menit keterlambatan. Hal ini membuat keadaan semakin mencekam. Dan peran Walter disini sangat penting. Karena Ryder tidak akan mau berbicara kepada siapapun kecuali kepada Walter. Dan selama menunggu uang tebusan Ryder dan Walter banyak mengobrol. Entah soal kehidupan maupun soal kasus tuduhan penyuapan yang melibatkan Walter. Pada bagian ini banyak obrolan yang kurang perlu sebenarnya.
Ketika tim negosiasi kepolisian tiba ditempat kerja Walter, mereka mencoba untuk mengambil alih ‘peran’ Walter. Bahkan bos Walter meminta supaya ia pulang, walaupun sangat berat buat Walter untuk membiarkan Ryder bernegosiasi dengan tim negosiator. Benar saja, ketika Ryder tau bahwa Walter sudah pulang dengan sadisnya dia menembak sang masinis subway yang tidak berdosa. Akhirnya Walter yang belum jauh meninggalkan kantor diminta untuk kembali menjalankan perannya sebagai ‘penyambung lidah’ antara Ryder dengan walikota New York.
Walikota New York mau memenuhi keinginan Ryder untuk meminta tbusan $10.000.000 yang harus diantarkan ke gerbong dalam bentuk uang tunai. Ketika waktu semakin mepet, mobil polisi yang membawa uang tebusan mengalami kecelakaan dan uang tebusan tersebut akhirnya dibawa menggunakan motor polisi. Jelas saja waktu penyerahan uang tebusan menjadi terlambat karena kecelakaan tadi. Ryder menganggan bahwa Walter telah berbohong dan uang tebusan yang diminta tidak akan diberikan. Walter mencoba menjelasakan keadaan yang sebenarnya terjadi, tapi Ryder tetap tidak percaya dan membunuh satu penumpang.
Setelah terlambat akhirnya uang tebusan pun tiba. Hal yang tidak diduga sebelumnya terjadi. Ryder menginginkan Walter yang mengantarkan sendiri uang tebusan tersebut. Setelah mempertimbangkan keselmatan para sandera, Walter memenuhi keinginan Ryder tersebut.
Ketika uang sudah diantarkan, bukannya dilepaskan, Walter malah menjadi tawanan Ryder dan memintanya menjadi masinis kereta untuk membawanya ke sebuah stasiun. Dibawah todongan senjata Walter pun memenuhinya. Ketika kereta berhenti di jalur perhentian Ryder dan anggotanya memutuskan untuk turun dari kereta. Polisi yang sudah menunggu di stasiun tujuan terkecoh. Ryder mencoba kabur lewat terowongan dan membiarkan kereta berisi sandera berjalan dengan kecepatan tinggi dan tanpa masinis.
Ketika Ryder dan anggotanya mencoba kabur melalui terowongan, Walter berhasil lolos dan bersembunyi. Ryder yang tidak mempunyai waktu banyak akhirnya membiarkan Walter yang bersembunyi. Walter pun diam-diam membuntuti Ryder. Singkat cerita, ketika sudah keluar dari terowongan dan berada di pusat kota, Ryder dan anggotanya berpisah. Anggota Ryder berhasil dibekuk polisi dan tewas oleh tembakan polisi ketika melawan saat dibekuk.
SedangaknRyder merasa telah lolos dari kejaran polisi, padahal sebenarnya Walter membuntutinya diam-diam. Mulai disini adengan kejar-kejaran terjadi. Walter mengejar taksi yang ditumpangi oleh Ryder sampai ke jembatan. Di jembatan keadaan macet total dan Walter harus berlari mengejar taksi yang ditumpangi oleh Ryder. Namun ketika taksi itu ditemukan, Ryder sudah tidak ada.
Ketika sedang mencari-cari, secara tidak sengaja Walter melihat Ryder dan langsung menodongkan pistol yang sudah dibekali polisi untuknya. Namun Ryder tidak gentar. Dia menggertak Walter untuk menembaknya karena dia tidak mau mati ditangan polisi. Mati ditangan Walter membuatnya lebih merasa terhormat. Terjadi pergolakan batin, Walter tidak ingin menembak Ryder. Tapi Ryder malah menghitung mundur dan mengancam, jika Walter tidak menembaknya maka Ryder yang akan membunuhnya. Akhirnya Walter memutuskan untuk menembak Ryder dan dia tewas seketika.
Sebagai ucapan terima kasih dari walikota New York, Walter mendapat dukungan dari walikota dalam penyelesaian kasus penyuapan yang melibatkan Walter.
Sebenarnya jalan cerita dari film ‘Takin of Pelham 123′ cukup bagus. Hanya saja ada beberapa hal yang membuat film ini menjadi kurang enak untuk ditonton. Pertama, soal pengambilan gambar. Buat saya pergerakan kamera membuat pusing! Sangat jarang kamera diam ketika mengambil sebua scene. Banyak adegan yang diambil dengan kamer yang terus bergerak yang membuat penonton jadi pusing.
Kedua, banyak orbolan yang sebenarnya tidak perlu. Bisa dilihat selama adegan pembicaraan antara Ryer dan Walter selama menunggu uang tebusan datang. Orbolan yang tidak relevan dengan jalan cerita membuat saya mengantuk dan bingung. Saya berpikir,”apa hubungannya dengan jalan ceritanya?” Entahlah…
Ketiga, suasana penyanderaan kurang terbangun dengan baik. Seharusnya ketika film bercerita tentang pembajakan atau penyanderaan, ekspresi dan kekhawatiran juga perlu ditonjolkan. Tapi dalam film ini hal tersebut hampir tidak ada. Yang difokuskan hanya ambisi Ryder untuk mendapatkan uang tebusan. Sementara suasana panik, khawatir, takut, dan mencekam kurang diangkat.
Jadi kalau harus memberi nilai 1-10, saya beri nilai 5 untuk film ini. Cukup mengecewakan memang, padahal dua pemerannya adalah aktor yang sudah tidak diragukan lagi kapasitas dan kualitasnya.
Movie Details
Studio : Columbia Pictures (Sony)
Director : Tony Scott
Screenwriter : Brian Helgeland
Starring : Denzel Washington, John Travolta, John Turturro, Luis Guzman, Michael Rispoli, James Gandolfini
Genre : Action, Thriller






Tapi menurut saya obrolan antara wilber dan ryder gak mubazir kok. justru obrolan itulah yang membuat Ryder merasa cocok dengan wilber dan tak ingin wilber digantikan oleh negosiator dari kepolosian.
aduh kok spoiler sih, lengkap sinopsisnya sampe adegan akhir